Latest News
PIMPINAN DAN STAF MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 2026 • MIMIKA BERDUKA: VEBIAN MAGAL, MANTAN DIREKTUR YPMAK, TUTUP USIA • PT.FI DORONG KESELAMATAN SEBAGAI LANDASAN UTAMA DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPAN • TINGKATKAN KUALITAS SDM, RPM IKUTI PELATIHAN DI KANTOR PUSAT RRI JAKARTA • HUT YPMAK KE-6: FUN RUN GANDENG RIBUAN WARGA TIMIKA JALIN KEBERSAMAAN DAN KESEHATAN • PIMPINAN DAN STAF MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 2026 • MIMIKA BERDUKA: VEBIAN MAGAL, MANTAN DIREKTUR YPMAK, TUTUP USIA • PT.FI DORONG KESELAMATAN SEBAGAI LANDASAN UTAMA DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPAN • TINGKATKAN KUALITAS SDM, RPM IKUTI PELATIHAN DI KANTOR PUSAT RRI JAKARTA • HUT YPMAK KE-6: FUN RUN GANDENG RIBUAN WARGA TIMIKA JALIN KEBERSAMAAN DAN KESEHATAN
← Back to News

101 ANAK DI KWAMKI NARAMA ALAMI STUNTING, INTERVENSI GENCAR DILAKUKAN HINGGA TINGKAT KAMPUNG

📅 November 21, 2025 Updated: November 26, 2025

101 ANAK DI KWAMKI NARAMA ALAMI STUNTING, INTERVENSI GENCAR DILAKUKAN HINGGA TINGKAT KAMPUNG
TIMIKA, RPM – Pemerintah Daerah dan Puskesmas Kwamki Narama tengah berupaya keras menekan angka stunting di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika. Data terbaru menunjukkan, terdapat 101 anak di distrik tersebut yang mengalami stunting.

Kepala Puskesmas Kwamki Narama, dr. Armin Ahyudi, menyampaikan keprihatinannya atas data tersebut. "Kami sangat prihatin dengan adanya 101 anak yang mengalami stunting di Kwamki Narama. Kami berkomitmen untuk terus berupaya menekan angka ini melalui program intervensi yang lebih fokus dan terarah di setiap kampung," ujarnya Rabu (19/11/2025) di Hotel Serayu.

Berikut rincian data stunting di Distrik Kwamki Narama:

- Kampung Amole: 21 anak
- Kampung Landun Mekar: 13 anak
- Kampung Olaroa: 12 anak
- Kampung Lamopi: 12 anak
- Kampung Mekurima: 12 anak
- Kampung Walani: 12 anak
- Kampung Harapan: 7 anak
- Kampung Damai: 6 anak
- Kampung Tunas Matoa: 3 anak
- Kampung Bintang Lima: 3 anak

dr. Armin menjelaskan, Puskesmas telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pemeriksaan anemia pada remaja putri hingga pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita. Program-program ini akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kampung.

"Kami melakukan pemeriksaan anemia pada remaja putri kelas 7 hingga 12, dan memberikan tablet tambah darah jika ditemukan anemia. Targetnya, remaja putri sebelum hamil mendapatkan 4 tablet tambah darah setiap bulan," jelasnya.

Puskesmas juga memberikan perhatian khusus pada ibu hamil dengan pemeriksaan kehamilan sebanyak 6 kali, termasuk 2 kali dengan dokter, serta menganjurkan konsumsi 90 tablet tambah darah selama 3 bulan.

"Pemeriksaan lingkar lengan atas (LILA) juga kami lakukan. Jika LILA kurang dari 23,5 cm, maka ibu hamil akan diberikan PMT," imbuh dr. Armin.

Untuk balita, Puskesmas menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang di posyandu, pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, dan PMT bagi balita usia 12-32 bulan. Balita dengan gizi buruk akan dirujuk ke rumah sakit.

dr. Armin berharap dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan program intervensi stunting ini. "Dengan kerja sama yang baik, kami berharap angka stunting di Kwamki Narama dapat terus ditekan, sehingga generasi penerus dapat tumbuh sehat dan berkualitas," pungkasnya.(ind)