Latest News
600 Lebih Warga Dingo Narama Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng • Pemkab Mimika Gandeng UNIPA Perkuat Program Pembangunan Daerah • Disperindag Mimika Ancam Cabut Izin SPBU Nakal • Wabup Mimika Dorong OPD Maksimalkan Penyerapan Anggaran, Realisasi Baru 26,56 Persen • Pemkab Mimika Perkuat Pengendalian Internal, Seluruh OPD Ikuti Penilaian Maturitas SPIP 2026 • 600 Lebih Warga Dingo Narama Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng • Pemkab Mimika Gandeng UNIPA Perkuat Program Pembangunan Daerah • Disperindag Mimika Ancam Cabut Izin SPBU Nakal • Wabup Mimika Dorong OPD Maksimalkan Penyerapan Anggaran, Realisasi Baru 26,56 Persen • Pemkab Mimika Perkuat Pengendalian Internal, Seluruh OPD Ikuti Penilaian Maturitas SPIP 2026
← Back to News

Perencanaan Obat Berbasis Data Jadi Fokus Dinkes Mimika Tingkatkan Layanan Kesehatan

📅 July 15, 2026 Updated: July 21, 2026

Perencanaan Obat Berbasis Data Jadi Fokus Dinkes Mimika Tingkatkan Layanan Kesehatan
TIMIKA,RPM– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus memperkuat tata kelola perencanaan kebutuhan obat melalui penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) berbasis data. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan obat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Pelaporan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dan Penguatan Peran Farmasi Klinik yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Rabu (15/7/2026). Kegiatan diikuti oleh penanggung jawab kefarmasian dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Mimika.

Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian, dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Mimika, Farida, mengatakan penyusunan kebutuhan obat menjadi salah satu tahapan penting dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan. Karena itu, setiap fasilitas kesehatan diminta menyusun RKO berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar perkiraan.

"Perencanaan kebutuhan obat harus didasarkan pada data pelayanan kesehatan. Mulai dari jumlah kunjungan pasien, pola penyakit, hingga penggunaan obat selama periode sebelumnya harus menjadi dasar dalam penyusunan RKO," kata Farida.

Ia menjelaskan Kabupaten Mimika memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan, pesisir hingga pegunungan. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan obat di setiap puskesmas maupun rumah sakit berbeda-beda.

Menurutnya, apabila perencanaan dilakukan berdasarkan analisis data, maka pengadaan obat akan lebih efektif dan distribusinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

"Setiap daerah memiliki karakteristik penyakit yang berbeda. Karena itu kebutuhan obat juga tidak bisa disamaratakan. Dengan perencanaan berbasis data, stok obat dapat lebih terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," ujarnya.

Selain membahas penyusunan RKO, peserta juga mendapatkan materi mengenai penguatan peran farmasi klinik dalam penanganan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus yang masih menjadi salah satu kasus terbanyak di fasilitas pelayanan kesehatan.

Farida menilai tenaga kefarmasian memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pengobatan. Tidak hanya memastikan ketersediaan obat, tetapi juga memberikan edukasi kepada pasien mengenai penggunaan obat yang benar agar terapi berjalan optimal.

"Peran farmasi klinik saat ini semakin penting. Tenaga kefarmasian harus mampu mendampingi pasien dalam penggunaan obat sehingga terapi yang diberikan tepat, aman, dan memberikan hasil pengobatan yang maksimal," jelasnya.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika berharap seluruh penanggung jawab kefarmasian mampu menyusun Rencana Kebutuhan Obat secara lebih akurat sehingga proses pengadaan menjadi lebih efisien, stok obat tetap tersedia, dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat.(ind)